Promotion of Rural Women Entrepreneurship (PRO-WOMEN) Program

Indonesia’s island geography and population diversity pose unique challenges to enterprise development. High inter-island transportation and communication costs reinforce the geographic isolation of outlying provinces, resulting in severe development inequality between power centers like Java-Bali and the country’s more outlying provinces. The unavailability of business development support and isolation from larger supply chains holds back entrepreneurial individuals in rural areas from scaling up their activities. This is particularly true for women entrepreneurs, who experience more difficulty due to entrenched gender norms.

With the grant support from the Ford Foundation, PLUS and Rumah Energy launched a 1 year project in Lombok as part of the continuous effort in Developing and piloting scalable and replicable tools, methodologies, and new media strategies for delivering sustainable business development services to green economic enterprises run by rural women in Indonesia.

The PRO-WOMEN program aims to empower women entrepreneur in Lombok through business coaching and training for 48 women entrepreneurs who have successfully passed the selection process. This program is tailored for those who currently running a business with at least one employee and have a willingness to grow. Our shared vision is to equip these women with skills and knowledge to sustain their business.

We are excited to share with you the profiles of the selected 48 women entrepreneurs who all shows immense passion towards this program. These brave women may come from different business backgrounds, but they have one similarity: they make impacts through their business. Scroll down to learn more about these women entrepreneurs!

1_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_aminatuzohrah

Aminatuzohrah

Salon & Spa Inner Beaute'
Lombok Tengah

Ibu Amina terinspirasi untuk membangun lembaga kursus dan pelatihan dengan misi mengurangi angka pengangguran di masyarakat, terutama kaum perempuan di Lombok Tengah. Melalui usahanya, ibu Amina telah memberikan pelatihan kepada sekitar 20 perempuan dari desanya. Saat ini Ibu Amina sedang dalam proses mengurus perizinan untuk lembaga pendidikan kecantikan.

2_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_ayuni

Ayuni

Kel. Bunga Anggrek
Lombok Timur

Ibu Ayuni, pendatang dari daerah Jene Priye (Lombok Tengah), melihat banyak perempuan di sekitar daerah nya yang tidak bekerja. Ibu Ayuni yang mempunyai kemampuan membuat keta, kerajinan khas Jene Priye kemudian mengajarkan kerajinan tersebut ke para ibu-ibu di sekitar lingkungannya agar dapat berkegiatan produktif.

3_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_baiq_dewi_cempaka

Baiq Dewi Cempaka

UD Cempaka
Lombok Tengah

Ibu Dewi adalah seorang ibu rumah tangga dan kader posyandu yang akhirnya mencoba membentuk kelompok usaha manisan dan dodol. Dengan semangat dan kemauan nya yang kuat, ibu Dewi mendorong anggota kelompoknya untuk menghasilkan produk yang lebih bervariasi sehingga dapat menangkap lebih banyak peluang pasar.

4_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_baiq_siti_martina

Baiq Siti Martina

Jelita Bag and Fashion
Lombok Tengah

Usaha Ibu Tina bermula dari hasil menjahitkan tas untuk anaknya. Semakin lama semakin banyak permintaan dari orang sekitarnya untuk menjahit tas, sehingga pada akhirnya beliau menerima pemesanan pembuatan tas anak sekolah. Melihat usahanya berkembang, Ibu Tina mengajak tetangganya, yang sebagian besar adalah ibu-ibu yang ditinggal suami ke Malaysia, untuk bergabung dan dilatih. Ibu Tina ingin mengembangkan jaringan bisnisnya sehingga produknya bisa dikenali dan dipasarkan lebih luas lagi.

5_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_baiq_yuliana

Baiq Yuliana

UD Rintan
Mataram

Ibu Yuliana membuat produk olahan sampah yang inovatif. Pemasaran produk daur ulang sampah dijual kepada darmawanita, saat pameran dan dalam acara pemerintahan provinsi. Selain pengolahan sampah, Ibu Yuliana juga membuat tortila rumput laut dan abon sayuran. Pengembangan kreativitas tidak hanya berhenti di usaha ini, ibu Yuliana membuka rumahnya untuk menjadi tempat perkumpulan ibu-ibu yang lain untuk belakar membuat produk inovatif lainnya

6_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_devi

Devi

Kreasi Lestari
Lombok Barat

Devi adalah seorang guru yang berkegiatan sehari-hari mengajar dan membuat hasil kerajinan yaitu tas dari tali kur. Melihat ibu ibu sekitar tempat tinggalnya banyak menganggur, Devi mulai mengajak dan mengajar Ibu Ibu tersebut untuk membuat tas tali kur dan buket bunga dari kain bekas sisa jahitan. Melalui Kreasi Lestari, Devi ingin mengajak ibu-ibu di sekitar lingkungannya untuk memanfaatkan waktu kosong dengan kegiatan produktif yang menghasilkan.

7_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_gangga_niasih

Gangga Niasih

Budidaya Jamur dan Kopi Rempah, Lombok Utara

Ibu Gangga dan kelompoknya menjalankan usaha budidaya jamur dan kopi rempah. Meskipun tempat produksi beliau dan kelompoknya hancur terkena gempa, ibu Gangga menunjukkan daya tahan dan kemauan mengembangkan usaha yang sangat kuat, sehingga dapat memotivasi kelompok nya untuk tetap berproduksi walaupun dengan sarana seadanya.

8_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_halimatus_saebah

Halimatus Saebah

Kel. Bunga Mekar
Lombok Utara

Ibu Saebah membentuk kelompok Bunga Mekar sejak tahun 2014 dengan menjual produk hasil olahan pisang sale. Produksi pisang sale dilakukan setiap hari dan langsung dijual keesokan harinya. Dalam produksinya, kelompok Bunga Mekar sering mengalami kesulitan mencari bahan baku, khususnya di saat musim kemarau. Kedepannya, Ibu Saebah ingin terus mengembangkan usahanya agar dapat meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok dan masyarakat sekitarnya.

9_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_hakiah

Hakiah

KWT Kaki Rinjani
Lombok Tengah

Ibu Hakiah adalah salah satu pengurus kelompok Wanita Tani (KWT) Kaki Rinjani. Ibu Hakiah sangat aktif memberikan pelatihan pengembangan kapasitas kepada anggota kelompoknya, khususnya untuk mengembangkan usaha kopi dan olahan coklat yang dijalaninya. Ibu Hakiah memiliki aspirasi untuk melibatkan lebih banyak lagi ibu-ibu di sekitar lingkungannya dalam usaha nya.

10_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_husnul_khotimah

Husnul Khotimah

KUBE Al Barokah
Lombok Timur

Melihat minimnya lapangan pekerjaan yang tersedia di desanya, Ibu Husnul mempunyai keinginan untuk memberdayakan hasil pertanian di desanya yaitu produk kopi dan makanan ringan seperti kerupuk dan abon.

11_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_inaq_hamdani

Inaq Hamdani

KWT Suli Asli
Lombok Tengah

Ibu Hamdani membentuk KWT Suli Asli saat melihat banyak sekali perempuan menganggur dan tidak berpenghasilan di sekitar rumahnya. Ibu Hamdani kemudian mencoba memberdayakan perempuan sekitar untuk berkreasi dengan produk inovatif, salah satunya adalah kerupuk kulit pisang. Semangat Ibu Hamdani menjadi semangat baru untuk berkreasi mengolah hasil alam untuk dijadikan makanan yang lebih bernilai jual.

12_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_indah_trisnawati

Indah Trisnawati

Lombok Orchid
Mataram

Ibu Indah mempunyai usaha budidaya anggrek bulan yang telah dijual di hotel-hotel dan kantor di kota Mataram. Untuk saat ini, bibit anggrek didatangkan dari Bali dan Jakarta, namun kedepannya, Ibu Indah memiliki keinginan untuk membuat pembibitan di daerah pegunungan Lombok yang juga dapat memberdayakan warga di sekitar daerah tersebut.

13_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_issaturodiah

Issaturrodiah

Popo Momo
Lombok Utara

Ibu Is dan kelompok Popo Momo menjual kopi serta olahan pisang sale sejak 2012. Salah satu produk olahan kopi yang dijual adalah kopi campuran (kopi dan beras). Biji kopi dibawa langsung oleh anggota yang juga merupakan petani kopi. Melalui Popo Momo, kedepannya Ibu Is memiliki aspirasi untuk memberdayakan wanita pengangguran di lingkungan sekitarnya.

14_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_juniati

Juniati

Echa Pearls
Mataram

Ibu Juni membuka bisnis mutiara dimana proses pembuatan mutiara menjadi perhiasan melibatkan perempuan-perempuan di sekitar lingkungannya. Ibu Juni ingin belajar memperluas pasar sehingga pesanan produk semakin banyak dan lebih banyak ibu di sekitar rumah yang terlibat.

15_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_kris_ayu_madina

Kris Ayu Madina

Gumi Bamboo Lombok
Mataram

Awalnya Ayu mendirikan Gumi Bamboo sebagai salah satu bentuk kampanye untuk mengajak masyarakat menghentikan penggunaan sedotan plastik. Gumi Bamboo kemudian berkembang menjadi usaha sosial yang menawarkan alternatif sedotan plastik yang ramah lingkungan, yaitu sedotan bambu. Dalam proses produksinya, Gumi Bamboo juga melibatkan pengrajin lokal di salah satu desa di Lombok. Meskipun penjualan produk banyak dilakukan ke luar negeri, Ayu mempunyai misi untuk lebih memperkenalkan produk ramah lingkungan ke masyarakat di Indonesia.

16_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_linsi

Linsi

Kel. Kreatif Linsi
Lombok Timur

Ibu Linsi mendirikan rumah kreatif pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat di sekitar lingkungannya. Masyarakat diajak untuk mengumpulkan sampah yang kemudian dibentuk ulatan (anyaman) untuk diganti dengan uang atau sembako. Kedepannya, Ibu Linsi memiliki misi untuk mengajak lebih banyak lagi masyarakat, khususnya ibu-ibu untuk bergabung agar dapat membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka.

17_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_mahniawati

Mahniwati

Kupi Nina Bayan (Kedai
Kopi), Mataram

Sebagai seorang pecinta kopi, Mahniwati mendirikan Kupi Nina Bayan dengan misi ingin menonjolkan kopi hasil petani Lombok, serta memberikan ruang bagi anak muda untuk diskusi secara aktif dan positif. Mahniwati memiliki mimpi untuk melibatkan lebih banyak lagi petani kopi serta meningkatkan kesadaran para petani kopi akan proses dan perlakuan biji kopi yang baik sehingga rasa dan kualitas yang dihasilkan bernilai tinggi.

18_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_mahuni

Mahuni

KWT Insan Mandiri
Lombok Tengah

Awalnya, Ibu Mahuni dan KWT Insan Mandiri menjual hasil produksi gula semut dan gula aren. Namun seiring berjalannya waktu, Ibu Mahuni melihat bambu sebagai komoditas yang dapat dimanfaatkan dan mudah didapatkan di sekitar tempat tinggalnya. Oleh karena itu, saat ini fokus usaha KWT Insan Mandiri adalah produksi kerajinan sedotan bambu. Kedepannya, Ibu Mahuni ingin terus mengembangkan usahanya agar dapat meningkatkan kesejahteraan karyawan dan anggota kelompoknya.

19_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_maimunah

Maimunah

Cempaka
Lombok Tengah

Berawal dari mengikuti pelatihan pembuatan tortilla di tahun 2013, Ibu Maimunah mengajak 7 orang anggota kelompoknya untuk beralih dari produksi kue basah menjadi produksi tortilla. Untuk mengatasi kekurangan modal, Ibu Maimunah menggunakan mekanisme koperasi dimana setiap anggota wajib menyetorkan simpanan pokok dan simpanan wajib per bulan. Saat ini anggota kelompok sudah mencapai 50 orang, dan produk yang ditawarkan bukan hanya tortilla tetapi juga rengginang dan kerupuk. Selain memproduksi makanan, kelompok ini juga menyediakan pinjaman lunak bagi anggota kelompoknya. Ibu Maimunah memiliki mimpi agar semua anggota kelompoknya dapat naik haji dan umroh.

20_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_marnim

Marnim

Kopwan Meleko Bangkit
Lombok Utara

Ibu Marnim membentuk Koperasi Kopwan Meleko Bangkit sejak 2015. Kopwan meleko Bangkit memproduksi hasil kerajinan bambu yaitu tudung saji, keranjang, serta vas bunga dari bambu. Selain hasil kerajinan, kelompok ini juga menjual hasil kopi dari petani di desa sekitar. Pasca gempa, kelompok Ibu Marnim banyak memberikan dukungan dan bantuan kepada usaha kelompok lain yang terkena dampak gempa.

21_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_martini

Martini

Kelompok Babagus
Lombok Utara

Ibu Martini dan kelompok Babagus menjual hasil olahan pisang sale. Akan tetapi, pemasaran pisang sale belum dapat dilakukan secara luas dikarenakan ijin pemasaran yang belum ada. Selain mengurus perijinan, Ibu Martini mempunyai keinginan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan melibatkan lebih banyak tenaga kerja lagi. Meskipun tempat produksi hancur terkena gempa, Ibu Martini dan Kelompok Babagus tetap memiliki daya tahan dan kemauan untuk menjalankan usahanya.

22_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_muji

Muji

Dapur Nina Pacu
Lombok Utara

Ibu Muji adalah seorang pengusaha beras yang juga aktif di organisasi IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia). Meskipun bisnis beras nya sudah maju, Ibu Muji mendirikan Dapur Nina Pacu dengan mimpi untuk memajukan potensi kopi di Lombok, serta melibatkan perempuan di usaha nya.

23_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_mukminah

Mukminah

Tenun Sumber Rejeki
Lombok Tengah

Ibu Mukminah mempunyai keahlian di tenun pewarna alam, dan sering menjadi rujukan bagi pengrajin lain. Selain memahami dan mampu memproduksi tenun, Ibu Mukminah juga aktif memotivasi anggota kelompok dalam mengatur keuangan sehingga keuntungan yang didapatkan dibagi bersama. Ibu Mukminah memiliki mimpi untuk memperkenalkan hasil tenun Lombok ke luar negeri.

24_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_nina_hidayati

Nina Hidayati

Budidaya Jamur
Mataram

Ibu Nina memulai usaha dengan melanjutkan usaha orang tuanya yang sempat ditinggalkan. Dari ayahnya, Ibu Nina mempelajari keterampilan pembuatan bibit jamur dan baglog (media menanam jamur siap panen). Kedepannya, Ibu Nina ingin mempelajari bagaimana melibatkan orang yang tepat dalam produksinya. Beliau juga tidak segan membagikan ilmunya kepada rekan atau siapa saja yang ingin belajar.

25_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_nur_laela

Nur Laela

Handmade
Lombok Timur

Ibu Nur Laela mempunyai bisnis produk handmade berupa tas dan sepatu bayi. Keterampilan membuat produk handmade ini juga diajarkan Ibu Nur ke perempuan di sekitar lingkungannya. Kedepannya, Ibu Nur Laela ingin meningkatkan pemasaran dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

26_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_nur_hakiki

Nur Hakiki

Bunga Pandan
Lombok Barat

Ibu Nur Hakiki membentuk Kelompok Bunga Pandan yang memproduksi dan menjual abon ikan. Dalam proses produksi nya, Kelompok Bunga Pandan melibatkan perempuan-perempuan yang suaminya bekerja sebagai nelayan. Ibu Nur dan kelompoknya bersemangat untuk mengembangkan usaha dan memiliki keinginan untuk belajar mengenai manajemen usaha.

27_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_oryza

Oryza P. Inderasari

JONES (Jam Oleh-Oleh
Etnik SASAMBO), Mataram

Ibu Oryza, atau yang akrab dipanggil Ibu Icha adalah seorang dosen di Universitas Mataram. Usaha Jam Oleh- Oleh Etnik Sasambo (JONES) ini adalah salah satu hasil dari Pekan Kreatif Mahasiswa, yaitu program kewirausahaan di Universitas Mataram. Produksi jam juga dilakukan dengan melibatkan mahasiswa. Ibu Icha memiliki misi untuk mengangkat budaya Lombok melalui penjualan jam tangan dengan strap motif etnik khas Lombok.

28_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_rahayu

Rahayu

Dende Telage
Lombok Barat

Kelompok Dende Telage menjual hasil produk olahan ikan, yaitu abon ikan. Ibu Rahayu memiliki misi mengurangi angka pengangguran, dan juga melibatkan lebih banyak perempuan terutama janda yang tidak bekerja, di sekitar lingkungannya. Walaupun terkena dampak gempa pada beberapa saat lalu, Ibu Rahayu dan anggota kelompok lainnya terus belajar mengenai pengelolaan bisnis yang baik dan meningkatkan keterlibatan perempuan dalam prosesnya.

29_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_rosiani

Rosiani

Kelompok Melati
Lombok Tengah

Ibu Rosiani adalah mantan pendamping program di salah satu LSM. Ketika program tersebut selesai, Ibu Rosiani kembali dan melihat banyak sekali perempuan yang menganggur dan tidak memiliki aktivitas. Beliau kemudian membentuk Kelompok Melati yang menghasilkan kerajinan tas yang terbuat dari tali kur. Hasil kerajinan tas yang dihasilkan Kelompok Melati memiliki motif yang inovatif. Kedepannya, Ibu Rosiani ingin meningkatkan pengetahuannya dalam mengelola usaha agar dapat melibatkan lebih banyak perempuan.

30_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_rusni

Rusni

Kel. Muara Tuna Utara
Lombok Utara

Awalnya kelompok Ibu Rusni mendapatkan pelatihan dari salah satu LSM. Dari hasil pelatihan tersebut, Ibu Rusni mencoba membuat abon ikan dan menjual di sekitar tempat tinggalnya. Melihat usaha abon ikan semakin berkembang, Ibu Rusni dan Kelompok Muara Tuna Utara mulai mengembangkan produksi olahan lainnya, yaitu olahan daging sapi dan ayam. Kedepannya, Ibu Rusni ingin memperluas jaringan usahanya, sehingga pembuatan abon lebih banyak dan bisa melibatkan lebih banyak perempuan.

31_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_saifah

Saifah Sukmawati

Tenun Alam Rindang 
(Tenar), Lombok Tengah

Setelah mendapatkan pendanaan dan pelatihan di tahun 2013, Ibu Saifah dan teman-temannya membentuk Kelompok Tenun Alam Rindang (Tenar) yang menjual hasil tenun dengan pewarna alam. Kelompok Tenar juga telah mendapatkan kesempatan bekerja sama dengan salah satu desainer Indonesia di suatu program bertemakan eco-design. Kendala yang dihadapi oleh kelompok Tenar adalah salah satunya pemasaran tenun pewarna alam, yang belum banyak dikenal oleh masyarakat di Lombok. Dengan kondisi tersebut, ibu Saifah bertekad untuk terus mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan anggota kelompoknya.

32_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_sartika

Sartika

UD Mahira
Lombok Barat

Ibu Sartika memulai usaha nya setelah melihat peluang dari penjualan kopi yang proses secara tradisional serta keinginannya untuk memberdayakan ibu-ibu di sekitar lingkungannya. Seiring perkembangan usahanya, Ibu Sartika juga berharap dapat melibatkan kelompok wanita tani (KWT) di sekitarnya.

33_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_siska_herdiana

Siska Herdiana

Aneka makanan olahan
Lombok Utara

Ibu Siska awalnya adalah pendamping UKM, namun setelah selesai, Ibu Siska memutuskan untuk terlibat langsung dalam mengelola bisnis pembuatan abon ikan karena melihat kelompok yang kurang produktif. Bahan mentah untuk abon ikan dibeli langsung dari nelayan di daerah Lombok Utara. Kedepannya, Ibu Siska ingin terus mengembangkan produk lokal, khususnya dari Lombok Utara agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

34_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_sopiatun

Sopiatun

Berkah Hijab
Lombok Timur

Sopiatun memiliki bisnis penjualan gamis dan jilbab yang diproduksi sendiri. Sopiatun yang awalnya hanya berdagang gamis dan jilbab memutuskan untuk menjual hasil produksi sendiri agar hasil dapat disesuaikan dengan keinginan pembeli, serta bisa membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain, khususnya para perempuan yang menganggur.

35_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_sri_astuti

Sri Astuti Indayani

Solong Jaya
Lombok Timur

Ibu Sri membentuk kelompok Solong Jaya yang menjual produk kopi bubuk dan makanan ringan. Ibu Sri juga aktif menjadi pengurus kelompok Wanita Tani (KWT). Dalam perkembangannya, Ibu Sri mampu membuka peluang pasar tidak hanya untuk kelompoknya, tetapi juga membantu pemasaran KWT lain yang ada di Desa sekitarnya. Kedepannya Ibu Sri ingin meningkatkan keterampilan ibu-ibu rumah tangga dan remaja yang putus sekolah dalam memilih biji kopi dan sangrai kopi yang berstandar tinggi.

36_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_sri_muriati

Sri Muriati

Enges Elen
Lombok Tengah

Ibu Sri melihat bahwa masyarakat di Desa Kawo rata-rata bisa menenun, namun banyak yang hanya memproduksi tenun untuk acara tertentu saja. Melihat potensi tersebut, Ibu Sri membentuk Kelompok Enges Elen yang menghasilkan dan menjual syal dan selendang yang terbuat dari kain tenun. Kedepannya, Ibu Sri berharap usahanya dapat lebih berkembang dan semakin banyak melibatkan ibu-ibu disekitar.

37_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_sri_nandawati

Sri Nandawati

Rengginang Ibu Nikmah
Mataram

Usaha Rengginang berawal dari usaha keluarga ibu Sri Nandawati. Melihat banyaknya ibu-ibu yang sangat bergantung pada bisnis ini, Ibu Nanda berinisiatif meneruskan usaha rengginang dngan menjual hasil rengginang siap saji. Kedepannya, Ibu Nanda memiliki harapan untuk memasarkan produknya ke pasar yang lebih luas lagi.

38_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_sumaini

Sumaini

Rumah Makan Gelora
Lombok Timur

Ibu Sumaini mendirikan Rumah Makan Gelora dengan misi untuk memperkenalkan makanan khas Lombok ke masyarakat yang lebih luas. Ibu Sumaini juga aktif bergabung di Asosiasi Wisata Kuliner (AWIK) dan Perhimpunan Hotel/ Restauran Indonesia (PHRI). Kedepannya Ibu Sumaini ingin terus mengembangkan usahanya dan melibatkan komunitas perempuan di Lombok.

39_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_syae_un

Syae'un

Putri Rinjani
Lombok Timur

Ibu Syae’un awalnya adalah pengurus kelompok Putri Rinjani dan sering terlibat dalam pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh pemerintah dan LSM. Terinspirasi dari kunjungan tamu Jepang, Ibu Syae’un mengembangkan produk bawang hitam (black garlic) dengan memanfaatkan hasil pertanian bawang putih di daerah Sembalun. Kedepannya Ibu Syae’un berharap dapat membantu memajukan kesejahteraan masyarakat di daerah Sembalun.

40_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_titin_indra

Titin Indra Mayasari

Lumbung Serabi Ghaziya
Lombok Barat

Atas kepeduliannya untuk mempertahankan makanan lokal, Ibu Titin mendirikan Lumbung Serabi Ghaziya dengan menjual produk makanan lokal, yaitu serabi. Kemasan serabi juga menggunakan daun pisang sebagai bentuk kampanye penggunaan produk non plastik. Kedepannya, Ibu Titin ingin mengembangkan bisnisnya dan memiliki misi untuk menjaga agar makanan lokal tidak punah.

41_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_ummi_ningsih

Ummi Ningsih

KPS Pamansam
Lombok Barat

Ibu Ningsih mendirikan KPS Pamansam sebagai lokasi ekowisata di Lombok Barat. Selain ekowisata, Ibu Ningsih menawarkan makanan dari hasil budidayanya, yaitu jamur. KPS Pamansam juga melakukan pengelolaan sampah organik menjadi pupuk alami dan biogas. Dalam proses pengelolaan bisnis nya, Ibu Ningsih banyak melibatkan ibu-ibu di sekitar lingkungannya.

42_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_velly_oxtaria

Velly Oxtaria

Tas Tali Kur Bambu Gendis
Mataram

Dimulai dari mengikuti pelatihan membuat kerajinan tali temali sewaktu masih kuliah, Ibu Velly memulai usaha nya dengan menjual hasil kerajinan tas yang terbuat dari tali kur. Ibu Velly juga sering mengajarkan keterampilan membuat simpul dalam bentuk bengkel Seni ke anak-anak pesantren dan mahasiswa Universitas Mataram.

43_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_wahyu_Istiqomah

Wahyu Istiqomah

Home Industri (Konveksi)
Lombok Barat

Ibu Wahyu mempunyai usaha konveksi pakaian, mukena, jilbab, rok dan gamis. Salah satu hal yang membuat produknya berbeda adalah hasil bordir yang dapat disesuaikan dengan pesanan. Meskipun usahanya masih berskala kecil, Ibu Wahyu terus berusaha meningkatkan keterampilan dan mengembangkan usahanya.

44_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_winarti

Winarti

Tanaq Rinjani
Lombok Tengah

Melihat potensi dari hasil olahan gula aren dan gula semut Lombok yang alami, Ibu Winarti membentuk Tanaq Rinjani untuk membantu memasarkan produk lokal tersebut sehingga dapat dijual sebagai oleh-oleh khas Lombok. Melalui usahanya, Ibu Winarti sangat kreatif dalam mengembangkan produk sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Selain itu Ibu Winarti ingin lebih memberdayakan para pengrajin di sekitar lingkungannya.

45_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_yanti

Yanti

Pelangi Rinjani
Lombok Timur

Melihat banyaknya hasil jambu mete di daerah sekitarnya, Ibu Yanti mendirikan Pelangi Rinjani yang menjual hasil olahan jambu mete, berupa dodol, kerupuk dan abon. Melalui usahanya, Ibu Yanti ingin menjadi inspirasi bagi perempuan lain serta ingin membantu mengurangi angka pengangguran, khususnya di daerah Sembalun.

46_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_yosi_eka

Yosi Eka Kurniawati

KWT Ombak Bersatu
Lombok Tengah

Ibu Yosi adalah pendatang yang berasal dari Jember. Setelah menikah, beliau pindah ke salah satu desa di Lombok. Karena melihat di desa tersebut banyak perempuan yang menganggur, beliau mulai memikirkan bagaimana agar kehadirannya dapat memberikan dampak bagi sekitarnya. Terinspirasi dari daerah lain, Ibu Yosi kemudian membentuk kelompok KWT Ombak Bersatu dimana beliau mulai mengajak ibu-ibu di sekitarnya untuk mulai menanam. Dari hanya menanam untuk kebutuhan pribadi, hasil dari kelompoknya sekarang mulai dijual sebagai hasil olahan. Ibu Yosi juga mendirikan taman baca untuk anak anak di sekitar rumahnya.

47_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_yulia_rahmatin

Yulia Rahmatin

Toko Ayya
Lombok Barat

Yulia adalah mantan pegawai bank yg memutuskan untuk membuka usaha aksesoris dekorasi yang terbuat dari bahan-bahan yg tidak terpakai seperti kayu sisa, stik es krim, atau kain sisa jahit. Yulia mempunyai keinginan untuk membagikan kemampuannya dalam mengkreasikan barang bekas menjadi bernilai ekonomis.

48_plus_platform_usaha_sosial_prowomen_project_zaenab

Zaenab

UD Azhari
Lombok Tengah

Ibu Zaenab awalnya mendirikan UD Azhari sebagai bisnis yang menjual bahan pokok dan bangunan. Seiring berjalannya waktu, Ibu Zaenab merasa ingin menciptakan dampak positif yang lebih ke masyarakat, sehingga akhirnya beliay membentuk kelompok yang menjual serta memberikan pelatihan pembuatan tortila singkong dan rumput laut. Pada tahun 2013, UD Azhari juga resmi menjadi pusat pelatihan mandiri kelautan dan perikanan.