peluang

Mengubah Halangan Menjadi Peluang

Marisza Cardoba Foundation (MCF) merupakan yayasan untuk orang dengan auto-immune ITP disease (Odapi). MCF menghimpun Odapi untuk terus berkarya dan bermanfaat meskipun kondisi kesehatan terkadang tidak mendukung. Menjadi entrepreneur adalah cara yang dipilih oleh beberapa anggota MCF untuk terus menemukan makna hidup dengan memberi manfaat pada orang lain. Banyak dari mereka menunjukkan semangat untuk belajar mengenai kewirausahaan sosial.

Melihat antusiasme anggota komunitas MCF, PLUS Team (bekerja sama) berkolaborasi dengan Marisza Cardoba Foundation berkesempatan untuk berbincang mengenai social entrepreneurship dengan sekitar 1500 anggota komunitas MCF secara online melalui whatsapp group. Merupakan kesempatan yang berharga bagi PLUS dapat berbincang dengan anggota komunitas yang berasal dari seluruh Indonesia, seperti Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang, Depok, Cirebon, Solo, Surabaya, dan Palembang. Diskusi yang terbilang singkat ini berlangsung dengan seru, karena muncul pertanyaan-pertanyaan menarik sekaligus fundamental tentang memulai bisnis dari peserta diskusi. Kami merekam semuanya dalam tulisan berikut ini. Simak ya!

Bagaimana memulai social enterprise kita sendiri?

Seringkali kesibukan atau kondisi yang terlihat tidak memungkinkan menahan orang yang telah memiliki keinginan berbisnis untuk memulai bisnisnya. Ini tips-tipsnya!

  1. Cari tau apa yang kita mau
    • Mulai dari hal yang kita suka - Suka masak? Suka fotografi? Atau punya hobby yang orang-orang suka memuji hasilnya? Bisa jadi karya itu bisa jadi produk yang dibutuhkan orang banyak!
    • Mulai dari hal yang kita peduli - misalnya, happy banget kalo bisa ngajarin sesuatu sama orang? Atau ga bisa diem liat orang buang sampah sembarangan? Mungkin ini bisa jadi alasan kamu membuat sebuah produk.
    • Mulai dari hal yang kita ingin (dan bisa) ubah - misalnya, pernah bete susah nemu makanan sehat? Try to make one! Cari apa yang biasanya buat kita kesal, dan ambil bagian dari perubahan itu.
  2. Cari tau apa yang konsumen mau - setelah tau apa yang kita mau, cari tau kira-kira produk kita disukai konsumen atau tidak.
  3. Cari tau apa yang kita bisa - mulai dari hal kecil, misalnya perlu berapa lama menyiapkan produk tersebut, bisa jual ke mana, dan siapa lagi yang mau beli produknya!

Untuk orang dengan auto-immune disease yang tidak bisa terlalu lelah, apakah ada peluang usaha sosial yang bisa diambil?

Seperti bisnis pada umumnya, bisnis sosial bisa sangat fleksibel untuk dilakukan dan dijadwal sesuai dengan kemampuan pengusaha. Namun, untuk tetap ber-progress, individu dapat berkolaborasi dengan orang yang memiliki visi yang sama dengan dirinya sebagai partner bisnis. Usaha online juga dapat dilirik sebagai peluang usaha yang menguntungkan karena bisa dilakukan di mana saja. Intinya, saat kamu menemukan masalah, jangan dijadikan halangan, justru itu bisa menjadi peluang nantinya.

 

Bagaimana cara menentukan produk / jasa untuk usaha?

Selain dengan tips-tips di atas, produk bisa ditentukan dengan memahami konsumen dan komunitas yang kamu bantu secara lebih dalam. Jenis kebutuhan ada dua:

  1. Kebutuhan emosional: Kebutuhan yang menjadi dasar kebutuhan fungsional konsumen. Membutuhkan pengetahuan yang lebih dalam lagi mengenai karakteristik konsumen,
  2. Kebutuhan fungsional: Merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh setiap Usaha Sosial ketika menjual barang/jasa.

Memahami hal ini bisa membantu kita untuk mengembangkan produk yang tepat, menyelesaikan masalah sosial dan / atau lingkungan, dan juga dengan kapasitas yang dimiliki saat ini, juga mengenal seperti apa produk yang dibutuhkan oleh konsumen.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut mungkin juga merupakan pertanyaan yang sering bersarang di benak kita semua yang ingin memulai bisnis. Selamat belajar, karena halangan sejatinya bisa menjadi gerbang bagi peluang-peluang besar yang menunggu kamu nantinya!

Share this page

facebook twitter linkedin whatsapp telegram messenger gmail yahoomail outlook

Stay Updated

Get the latest update about Indonesia Impact Community. Subscribe to our weekly newsletter now!