Biomagg melihat sampah sebagai komoditas masa depan. Melalui pengamatan dan penelitian, Biomagg yang didirikan pada tahun 2015 lalu, melihat larva lalat tentara hitam dapat dijadikan sebagai bio-teknologi yang digunakan untuk mengkonversi sampah menjadi sumber protein terbarukan. ‘Bahan baku’ yang melimpah, hasil pengelolaan sampah organik yang hanya berupa kompos, serta biaya pakan yang tinggi, Biomagg melihat masalah tersebut sebagai tantangan dalam menghadapi masalah di masyarakat .Melalui teknologi bio-konversi, Biomagg diharapkan dapat memberikan solusi untuk lingkungan, masyarakat, petani, peternak, serta nelayan dengan memberikan pakan sumber protein tinggi, murah, mudah, dan berkelanjutan.

Sector:
Agriculture, Fishery & Forestry

Province / City:
Jawa Barat, Depok

Website:
http://biomagg.com

Mapping the Social Enterprise Landscape in Indonesia

PLUS proudly launched a report on social entrepreneurship (SE) titled: Developing an Inclusive and Creative Economy: The State of Social Enterprise in Indonesia. Along with the growing interest on SE, we hope this report provides a baseline to help guide decision making and support the development of SE in Indonesia.

The social enterprises surveyed in this research represent a strong, emerging sector and are demonstrating their potential to address social and environmental problems in Indonesia.

This snapshot of the ecosystem, based on responses from nearly 500 respondents, shows that the social entrepreneurship sector is vibrant, dynamic and growing.

Scroll to Top