Peduli Pendidikan melalui Usaha Sosial

“Mendidik adalah tanggung jawab setiap orang terdidik.“ — Anies Baswedan, Founder Indonesia Mengajar.

Indonesia bukannya kekurangan orang pintar, namun tidak semua orang pintar mendermakan ilmunya untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Memangnya seperti apa kondisi pendidikan kita sekarang?

Mengawali bulan Mei dengan refleksi terhadap pendidikan Indonesia

Masalah pendidikan di Indonesia bukan lagi tentang memberikan kesempatan bagi warga negaranya untuk mengenyam pendidikan, melainkan meningkatkan kualitas pendidikan sehingga warga Indonesia memiliki kualitas yang mumpuni dan dapat bersaing. Data World Bank (2018) menunjukkan 89% warga Indonesia mengenyam pendidikan dasar dan 96% telah bisa baca tulis. Sementara itu, hasil Programme for International Student Assessment (PISA) test menunjukkan anak Indonesia berumur 15 tahun berada di bawah rata-rata nilai negara-negara OECD yang lain dalam bidang sains, matematika, dan membaca. Belum lagi jika melihat angka pengangguran Indonesia yang mencapai 4.3% dari total populasi angkatan kerja. Pertanyaan yang muncul selanjutnya adalah, apakah kualitas pendidikan Indonesia mampu mempersiapkan warga Indonesia menghadapi tantangan di dunia kerja yang berkembang dengan pesat?

Menurut laporan Beyond Access: Making Indonesia’s Education Systems Work oleh Lowy Institute pada tahun 2018 setidaknya terdapat 4 penyebab rendahnya kualitas pendidikan dan hasil akhir pendidikan, yaitu:

  1. Rendahnya kualitas guru atau pendidik
  2. Kurangnya sistem insentif yang baik bagi guru untuk memperbaiki kualitas
  3. Rendahnya kualitas pengelolaan dan pengawasan di pemerintah terhadap sekolah
  4. Tidak cukupnya alokasi dana dari pemerintah untuk pendidikan

Seringkali masalah tersebut berkaitan satu sama lain sehingga memperbaikinya terlihat sangat sulit. Namun, saat ini banyak pihak yang menaruh perhatian terhadap masalah pendidikan, menandakan bahwa kepedulian terhadap bidang ini semakin meningkat. Tidak ketinggalan, salah satu pihak yang mengambil peran adalah usaha sosial.

Solusi dari usaha sosial yang berfokus di bidang pendidikan

Kali ini, PLUS akan memperkenalkan beberapa social enterprise unik yang bergerak di bidang pendidikan di Indonesia. Tidak hanya menyelesaikan masalah yang tersebut di atas, banyak pula yang mengaitkan dengan gambaran pekerjaan di masa depan dengan adanya perubahan yang sangat pesat di bidang teknologi dan informasi. Ada pula yang menggunakan metode pembelajaran yang variatif atau mengaitkan pembelajaran dengan hal-hal yang mengasyikkan. Yuk kita simak!

  • Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB)

YCAB mendasarkan operasinya pada model perubahan sosial dari bidang keuangan dengan misi meningkatkan kesejahteraan melalui pendidikan dan pembiayaan inovatif. YCAB bertujuan untuk meningkatkan semangat pemuda di bawah umur supaya mandiri melalui pemberdayaan ekonomi dan pendidikan. Sebagai salah satu pelopor usaha sosial di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1998, YCAB berhasil mengembangkan unit bisnis di samping rumah belajar, meliputi micro-financing dan impact investing. Melalui usaha tersebut, 3.3 juta anak Indonesia dengan perekonomian bawah telah menerima manfaat. Jadi bagian perubahan dengan menjadi sukarelawan YCAB di sini: https://www.ycabfoundation.org/participate/volunteer/

Photo source: www.ycabfoundation.org
  • Solve Education!

Bayangkan di mana di mana semua orang dari latar belakang sosial ekonomi manapun dapat mengakses pendidikan, percaya pada kemampuan diri mereka dalam belajar, memiliki kemampuan memecahkan masalah dan adaptif terhadap perubahan dunia. Solve Education! ingin membuat itu nyata dengan membuat game untuk pendidikan gratis yang dapat digunakan meski hanya memiliki telepon kelas bawah dan konektivitas internet yang kurang baik. Tidak hanya itu, menggunakan gamification, perusahaan ini memberi insentif di kehidupan nyata dengan menghubungkan pencapaian dalam permainan dengan peluang kerja pada platform kerja online yang dimiliki Solve Education! Tertarik untuk tahu dan berkolaborasi lebih lanjut? Kunjungi https://solveeducation.org/

Photo source: Solve Education! annual progress report 2018
  • Buku Bicara

Bekerja sebagai guru, founder Buku Bicara menemukan bahwa kemampuan anak-anak dalam menulis karya patut diacungi jempol. Buku Bicara ingin anak-anak bisa membagikan karyanya kepada orang lain dalam bentuk cerita, seperti mendengarkan cerita dongeng sebelum tidur. Akhirnya, dia membuat audio book yang dapat disuarakan oleh siapapun yang tertarik dan dapat dibagikan kepada siapapun pula. Audio book versi BETA dapat diunduh secara gratis di https://www.bukubicara.com atau di Playstore. Buku Bicara ini juga dapat digunakan oleh penyandang disabilitas, dan lebih umum dapat meningkatkan literasi masyarakat Indonesia. Buku Bicara juga aktif bekerja sama dengan sekolah-sekolah dan forum-forum anak untuk berbagi cerita, juga bekerja sama dengan lebih banyak pihak yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan untuk meningkatkan kesadaran mengenai topik tertentu.

  • Omah Sinau Gesang

Didirikan oleh pasangan suami istri dengan kepedulian tinggi terhadap pendidikan di desa kampung halaman mereka, Omah Sinau Gesang (OSG) menjadi pusat belajar dan ruang kreatif di desa Gesang, Lumajang, Jawa Timur. OSG ingin membangun masyarakat melalui kegiatan kesukarelawanan, permakultur, pariwisata dengan tujuan pendidikan, dan pemajuan warisan budaya. Ingin menjadi usaha yang berkelanjutan, berbagai unit bisnis dikembangkan oleh OSG. Contohnya, menyediakan jasa sustainable tourism bagi wisatawan yang sadar lingkungan, bank sampah untuk mengelola sampah menjadi barang yang bernilai, pasar kebun sebagai wadah melatih kemandirian pemuda di bidang seni budaya dan pertanian, home industries untuk mengembangkan potensi daerah mereka. Jadi bagian dari inisiatif keren ini di http://omahsinaugesang.or.id/

    Photo source: Instagram OSG
    • We The Teachers (WTT)

    Sebuah gerakan sosial yang bercita-cita untuk meningkatkan kondisi profesi guru dengan memberikan sesi pengembangan profesional guru, perancangan kurikulum, dan pemetaan kualitas siswa melalui  observasi kelas. Dari situlah, WTT mendapatkan peluang bisnisnya. WTT Indonesia ingin para guru tidak hanya cakap dan berkualifikasi, tetapi juga bersemangat dengan apa yang mereka lakukan, sehingga dapat berkontribusi besar bagi pengembangan individu siswa dan kemajuan nasional. WTT telah bekerja dengan lebih dari 5.000 guru yang tersebar di ratusan sekolah di seluruh negeri. Simak selengkapnya di http://www.wetheteachers.or.id

    Photo source: We the Teachers facebook page
    • Cooltura.id

    Diinisiasi oleh pemuda-pemuda kota Bogor, Cooltura mengajak anak muda untuk belajar dengan cara yang asyik. Belajar diyakini sebagai proses yang terus harus dilakukan sepanjang hidup dan materi yang dipelajari juga bisa apapun, selama hal tersebut membuat perubahan positif yang permanen bagi diri dan sekitarnya. Cooltura mengambil peluang dari menyediakan kelas-kelas dan workshop yang dilakukan sambil ngopi, atau sambil mengobrol santai. Mulai dari kelas membatik, membuat lilin aroma, kreasi ampas kopi, hingga pengembangan masyarakat desa. Kapan lagi bisa belajar sambil bermanfaat bagi lingkungan sekitar? Yuk ikuti https://www.instagram.com/cooltura.id/

    Photo souce: Cooltura instagram page
    • Omah Backpacker

    Memanfaatkan geliat pertumbuhan pariwisata kota dan kabupaten Malang yang sangat pesat, Omah Backpacker hadir sebagai konsep liburan baru yang menekankan berlibur sambil berbagi. Wisatawan dapat memilih one night one book atau one night one teaching, yang artinya setiap malam yang dihabiskan di penginapan dapat diganti dengan donasi buku atau mengajar. Pembelajaran yang diberikan pun bisa sangat bervariasi, seperti memasak, menggambar, membuat kerajinan, atau menceritakan inspirasi dari pekerjaan atau kegiatan travelling yang pernah dilakukan. Intinya, pembelajaran ini harus membangkitkan kesenangan anak-anak untuk bermimpi besar. Jika kamu tertarik untuk mencoba pengalaman liburan yang bermakna, atau ingin berkolaborasi, silakan hubungi 0812-3369-2339 atau email:  omahbackpacker@gmail.com.

    • Haruka Edu

    Didirikan pada 2013, Haruka Edu ingin menyediakan pendidikan online yang berkualitas tinggi,  mudah digunakan dan terjangkau bagi warga Indonesia. Di tengah perkembangan teknologi dan informasi yang sangat cepat ini, pembelajaran online dianggap menjadi salah satu masa depan pendidikan tinggi. Bekerja sama dengan universitas di Indonesia, Haruka Edu menyediakan pembelajaran online dengan gelar pada mata kuliah berikut: Digital courseware and study materials, IT Infrastructure, Operations, Investments. Simak selengkapnya di: https://harukaedu.com

    Photo source: harukaedu.com

    Selamat Hari Pendidikan Nasional, sudahkah kita mendermakan ilmu untuk bermanfaat sebanyak-banyaknya untuk kebermanfaatan orang banyak?

    Kami percaya masih banyak usaha sosial lainnya yang juga bergerak di bidang pendidikan. Apakah kamu salah satunya? Atau kamu mengetahui usaha sosial lain yang memiliki misi serupa? Jika ya, kamu bisa memasukkan informasi mengenai usahamu di usahasosial.com/community/map agar bisa masuk ke radar dan memudahkan untuk berkolaborasi. Hubungi team@usahasosial.com jika kamu ingin terdaftar pula dalam peta ini!

    Tinggalkan Komentar

    Scroll to Top