Get to Know Yourself and Your Ecosystem Better: LC x PLUS Collaboration Day!

Millenials, yaitu generasi muda yang hidup di masa sekarang, seringkali dipersepsikan sebagai generasi yang individualis, yang tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya. Seringkali orang prihatin kepada kondisi generasi masa kini yang diharapkan menjadi agen perubahan supaya dunia menjadi lebih baik tetapi malah tidak memiliki keterampilan dan kepedulian yang cukup. Namun anggapan tersebut tidak bisa disamaratakan. Masih banyak anak muda yang memiliki mimpi besar untuk lingkungan sekitarnya, dan cita-cita yang ingin dia capai semasa hidup.

Sebuah karya besar memang bisa diciptakan oleh siapa saja karena setiap individu pasti memiliki potensi dan kelebihan masing-masing. Tetapi, mereka membutuhkan dukungan dari orang-orang yang tepat yang mengarahkannya mencapai tujuan hidup yang dia inginkan. Sayangnya, tidak semua orang hidup di ekosistem yang bisa membantunya mewujudkan cita-cita tersebut.

Berangkat dari kesadaran bahwa anak-anak muda ini membutuhkan ekosistem yang mendukung mereka untuk berkembang, PLUS bekerja sama dengan Limitless Campus — program edukasi untuk membantu anak muda menemukan kembali dirinya dan membuat karya yang memiliki dampak sosial—mengadakan Collaboration Day pada Minggu, 19 November 2017 lalu. Collaboration Day terdiri dari Special Class mengenai Skills to Define Your Objective in Life & Network Effectively oleh Rene Suhardono (Founder Limitless Campus, Penulis, People Development guru) yang dilanjutkan dengan networking session untuk memperkenalkan anak muda kepada ekosistem yang akan mendukung karyanya.

Kelas oleh Rene Suhardono berisi tentang bagaimana menentukan tujuan hidup sebagai salah satu proses perkembangan diri. Bahasan Rene sangat memicu untuk berpikir. Rene membahas mengenai standar-standar yang biasa digunakan sebagai tujuan hidup. Peserta diajak kembali berpikir apakah selama ini sudah menjalani hidup yang bermakna bagi diri dan orang lain. Menurut Rene, ukuran-ukuran seperti kesenangan, penerimaan dari orang lain, popularitas, prestise, atau uang bukanlah contoh ukuran yang baik dalam menentukan tujuan hidup. Rene mencoba menawarkan contoh ukuran lain yang lebih bermakna, seperti excellence, impact, dan justice. Mendasarkan ukuran tersebut sebagai tolok ukur tujuan hidup akan mengarahkan individu pada kebermanfaatan yang lebih bertahan lama dan lebih luas dampaknya untuk lingkungan di sekitarnya.

Rene menggarisbawahi bahwa seorang individu harus mengerti dirinya sendiri supaya tidak mudah terbawa. Memahami diri sendiri juga sangat membantu untuk bisa berkontribusi secara maksimal di masyarakat. Untuk memahami diri sendiri, seseorang juga memerlukan pendapat atau pandangan dari orang lain. Seseorang harus berhati-hati dalam mendengarkan pendapat orang lain, karena tidak semua orang dapat menjadi panutan. Itulah pentingnya membangun network yang baik. Rene membagi lapisan pertemanan menjadi tiga lapisan. Pertama, inner circle, yaitu sahabat dan orang terdekat yang harus dijaga dengan baik hubungannya dan merupakan sumber terpercaya untuk dimintai pendapat. Kedua, strong bond, adalah orang-orang yang tidak harus mendapatkan banyak waktu dan perhatian kita, namun dia adalah orang yang akan memperhatikanmu dari kejauhan dan mendukungmu tiap kamu membutuhkan bantuan. Ketiga, weak bond, adalah kenalan yang tidak perlu terlalu mendapatkan perhatian dan waktumu, serta tidak terlalu kredibel untuk dimintai pendapat mengenai dirimu.

Dalam rangka mempraktikkan networking, acara dilanjutkan dengan networking session yang dipandu oleh Fajar Anugerah (Senior Partner di Kinara Indonesia). Sesi kali ini dihadiri oleh lebih dari 100 orang dari berbagai sektor dan latar belakang. Mulai dari mahasiswa dan pelajar, social enterprise, pendiri startup, pegiat komunitas dan NGO, mentor, coach, dan alumni Limitless Campus batch 1. Masing-masing memiliki waktu singkat untuk menceritakan dirinya dan idenya. Dari situ, masing-masing peserta bisa mengetahui apa hal yang bisa ditawarkan dan bisa dibantu oleh lawan bicara.

Networking session memberikan banyak insight berharga bahwa kolaborasi bisa ditemukan dengan mudah asalkan kita mau membuka diri dengan yang lain. Diversitas peserta yang hadir juga memberikan insight bahwa celah kolaborasi bahkan bisa dilakukan bersama dengan orang-orang dari sektor yang berbeda. Tidak semua orang terbiasa melakukan networking dengan orang lain untuk mencapai tujuan tertentu, dan pada kesempatan ini, PLUS melihat keinginan kuat dari seluruh peserta untuk terhubung dengan satu sama lain. Terima kasih kepada Vestifarm, Kultara, Cita Nirvana, Elatiors, Engrasia, Emcekaqu, Kooyla, Kapiler, Tanijoy, Legalin, WeCare, dan KitaBisa yang sudah memenuhi undangan dari PLUS untuk berbagi cerita dengan peserta lain di Collaboration Day!

Kami sangat terbuka untuk ajakan kolaborasi demi dampak sosial yang lebih besar seperti ini. Sampai jumpa di acara kolaborasi selanjutnya.

Posted in

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top