Bagaimana Usaha Sosial Memperoleh Dana?

Artikel ini ditulis oleh tim Artemis Impact, sebuah perusahan yang bertujuan membantu organisasi & donatur untuk memberikan dampak berkelanjutan melalui 3 pilar: pendanaan berbasis hasil, layanan konsultasi & teknologi.

Tidak ada yang bisa memungkiri pentingnya pendanaan & investasi modal usaha saat memulai menjalankan sebuah bisnis. Untuk pelaku wirausaha sosial yang baru memulai, hal yang lebih penting untuk dipikirkan adalah bagaimana mendapatkan investasi awal untuk memulai proyek. Menurut laporan Survei Investor Dampak Tahunan dari GIIN tahun 2020, pasar investasi dampak global saat ini mencapai $ 715 miliar. Meskipun begitu, seiring dengan meningkatnya pasar investasi, semakin ketat pula persaingan antar organisasi untuk mengakses pendanaan ini.

Jika kamu menjalankan wirausaha sosial, ini waktu yang tepat untuk memulai langkah konkrit jika ingin menjadi bagian dari pasar senilai $ 715 miliar tersebut. Untuk membantu kamu, kami telah merangkum 4 poin, yang dapat membantumu mendapatkan investasi dampak proyek impian kamu.

1. Mulailah dengan Dampak

Jika kamu ingin mendapatkan investasi berbasis dampak, kamu harus menunjukkan hasil dari dampak yang saat ini kamu buat atau rencanakan untuk perusahaan sosialmu. Sebelum melakukan investasi apa pun, orang ingin melihat laba atas investasi yang dapat mereka peroleh dari hal tersebut. Sementara, untuk startup nirlaba biasa, akan relatif mudah untuk menunjukkan ROI yang bisa diperoleh investor, dalam kaitannya dengan proyeksi keuntungan dan pendapatan. Untuk perusahaan sosial, hasil yang diproyeksikan atau dampak yang diciptakan setara dengan keuntungan.

Jika kamu telah menjalankan wirausaha sosial selama jangka waktu tertentu, penting bagi kamu untuk dapat mengkomunikasikan hasil atau dampak yang telah kamu buat sejauh ini dengan jelas.

Namun, jika kamu baru memulai, pitch atau presentasi kamu perlu menyatakan dengan jelas dampak yang kamu rencanakan, metrik & indikator yang akan kamu ukur dan bagaimana kamu berencana untuk mengukur dampak yang akan kamu buat melalui alat atau tools yang akan kamu gunakan. 

Untungnya, kita hidup di era teknologi dan kami memiliki alat yang tersedia untuk dapat mengukur & melihat dampak yang kamu buat. Salah satu alat tersebut adalah Aplikasi Pengukuran Dampak Artemis Impact, yang memungkinkan kamu mengumpulkan data pada real time, menggabungkan dan memvisualisasikan data tersebut.

2. Jelajahi berbagai opsi

Lanskap investasi berdampak luas dengan berbagai opsi pemangku kepentingan yang tersedia seperti: investor, yayasan, lembaga donatur, hibah, platform crowdfunding & jaringan donatur. Salah satu opsi terbaik untuk terhubung dengan calon investor adalah melalui koneksi pribadi. Meskipun begitu, tidak selalu mungkin untuk menemukannya. Dalam hal ini, menjadi bagian dari jaringan donatur dapat membuka banyak pintu bagi project yang kamu jalankan.

3. Fokus pada membangun hubungan & komunikasi

Banyak hal yang akan mempengaruhi hubungan kamu dengan investor. Seringkali, investor tidak melihat terkait investasi yang dikeluarkan dengan hanya berfokus pada ide. Lebih dari itu, investor melihat pada siapa tim yang bermain di belakang layar. Investor harus dapat mempercayaimu jika kamu ingin mereka mendanai kamu. Salah satu langkah terpenting yang harus diambil saat membangun hubungan ini adalah untuk mengetahui lebih banyak tentang mereka. Lebih merincinya, tentang profil investasi mereka dan genre tempat mereka berinvestasi. Saat kamu melakukan riset tentang investor/donatur, cobalah untuk memahami nilai umum dalam proyek & tim mereka untuk mengetahui nilai / value yang paling mereka cari. Hal tersebut akan membantu kamu perihal cara: Pertama-tama pahami apakah ada sinergi antara kamu & nilai mereka. Kedua, beri kamu keunggulan dalam membangun hubungan yang kuat & bermakna dengan mereka

4. Program Akselerator & Inkubator

Cara penting lainnya yang dapat menjadi konsiderasi oleh perusahaan sosial adalah program akselerator dan inkubator. Ada banyak manfaat bagi wirausaha sosial untuk mengikuti program akselerator. Bagian yang terpenting adalah, sebagian besar program akselerator dan inkubator akan memberimu dukungan (tidak selalu yang berhubungan dengan finansial) atau setidaknya memberikanmu platform untuk berhubungan dengan calon investor. Kedua, program akselerator dan inkubator adalah tempat yang tepat untuk belajar dari para ahli. Kamu dapat menemukan mentor & fasilitator yang dapat membantu kamu tidak hanya dalam aspek keuangan tetapi juga dengan aspek lain dalam menjalankan bisnis. Selain daripada itu, ada berbagai program akselerator yang berfokus pada membantu wirausaha sosial untuk mengukur dampak yang mereka buat.

Kesimpulan

Menggalang dana berpotensi menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh para pebisnis (sosial/non-sosial). Meskipun demikian, jika kamu bersemangat dengan proyekmu dan memiliki visi yang benar untuk membuat perubahan, maka, cepat atau lambat, kamu akan mendapatkan kebutuhan finansial yang kamu butuhkan untuk mewujudkan impian tersebut. Kami berharap, saran kami akan membantu kamu mendapatkan bantuan finansial untuk wirausaha sosial kamu. Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu untuk menghubungi kami.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share this page

facebook twitter linkedin whatsapp telegram messenger gmail yahoomail outlook

Stay Updated

Get the latest update about Indonesia Impact Community. Subscribe to our weekly newsletter now!