Bungin merupakan community empowerment yang digagas oleh Prof. Adi Surjosatyo (akademisi dari Universitas Indonesia), Agung Hartansyah, Hafif Dafiqurrohman, dan Steven Lee (ketiganya merupakan mahasiswa Universitas Indonesia) di Kampung Bungin, Muara Gembong, Bekasi. Pada tahun 2014, tim ini bertambah anggotanya dengan masuknya Ahmad Dien Warits, Felly Rihlat Gibran Simatupang, Muhammad Safhire, dan Dhedhe Rodat Budi P (ketiganya juga merupakan mahasiswa Universitas Indonesia). Tahun 2014, tim Bungin berhasil melakukan implementasi sistem pembangkit micro scale wind power kapasitas 500 Wp bekerjasama dengan Lentera Angin Nusantara. Pendanaan untuk program ini berasal dari Community Engagement Grants (CEGs) Batch 1 2014 Universitas Indonesia.

Sector:
Energy & Environment

Province / City:
Jawa Barat, Depok

Website:

Mapping the Social Enterprise Landscape in Indonesia

PLUS proudly launched a report on social entrepreneurship (SE) titled: Developing an Inclusive and Creative Economy: The State of Social Enterprise in Indonesia. Along with the growing interest on SE, we hope this report provides a baseline to help guide decision making and support the development of SE in Indonesia.

The social enterprises surveyed in this research represent a strong, emerging sector and are demonstrating their potential to address social and environmental problems in Indonesia.

This snapshot of the ecosystem, based on responses from nearly 500 respondents, shows that the social entrepreneurship sector is vibrant, dynamic and growing.

Scroll to Top