Menghidupkan Cahaya dari Desa: Profil Omah Sinau Gesang

Tentang Omah Sinau Gesang

Dengan menempuh tiga puluh menit perjalanan dari tengah kota Lumajang, Jawa Timur, kita akan sampai pada sebuah desa bernama Desa Gesang. Mayoritas penduduknya membuka lahan untuk bertani dan sebagian lainnya bekerja sebagai perajin kesenian emas dan perak. Banyak pula yang merantau keluar dari desa tersebut untuk bekerja di tempat lain, termasuk sepasang suami istri bernama Ardi dan Asih. Peduli dengan perkembangan generasi penerus dari Desa Gesang di masa depan, mereka memutuskan kembali ke kampung halaman dan mendirikan pusat pengetahuan dan budaya bernama Omah Sinau Gesang. Omah Sinau sendiri berarti rumah belajar, menggambarkan visi organisasi yaitu menjadi taman bermain, belajar, dan berbudaya demi meningkatkan kapasitas dan kompetensi anak muda.

Asih dan Ardi serta semua tim Omah Sinau Gesang yakin bahwa potensi pemuda daerah tidak boleh dipandang sebelah mata dan harus dipupuk dengan dukungan yang tepat. Omah Sinau Gesang hadir sebagai sebuah komunitas masyarakat desa yang berkualitas, berpikiran terbuka, kreatif, berjiwa sosial, peduli lingkungan, dan giat berkontribusi terhadap pembangunan desanya.

Bagaimana Omah Sinau Gesang menciptakan perubahan?

Omah Sinau Gesang (OSG) ingin menciptakan perubahan yang berkesinambungan melalui beberapa program utama, yaitu fun learning, volunteerism, dan social enterprise. Secara rutin, OSG mengadakan kelas bahasa Inggris, kelas tari tradisional dan musik, bermain permainan tradisional, kelas prakarya kreatif, dan kelas memasak makanan khas warga desa Gesang. Mengangkat budaya lokal adalah ciri khas OSG supaya anak muda tidak melupakan daerah asal mereka.

Untuk menjalankan kegiatan tersebut, tentu OSG membutuhkan sumber daya. OSG mengelola volunteer dari berbagai daerah di Indonesia untuk melakukan kegiatan pemberdayaan bagi pemuda desa Gesang sekaligus menikmati keindahan Lumajang. Selain itu, OSG juga mengembangkan social enterprise berupa jasa konsultasi dan workshop tentang volunteer management dan gender empowerment. Asih, sang founder, membagikan kemampuan dan pengalamannya dengan sangat baik di bidang pengelolaan volunteer yang dia dapatkan sebelumnya selama sembilan tahun bekerja di NGO. Bekerja sama dengan warga lokal, Asih juga sedang mengembangkan konsep edu-tourism alias pariwisata edukatif di desa Gesang.

Saya ingin berpartisipasi! Bagaimana caranya?

Saat ini, OSG sedang membuka kesempatan bagi individu-individu unggulan untuk menjadi relawan sebagai Business Development Specialist untuk mengembangkan kegiatan:

  1. Sustainable tourism
  2. Bank Sampah
  3. Outbound & Fun Learning
  4. Produk home industries
  5. Pasar Kebun

Bagi kamu yang dinamis, memiliki pengetahuan/pengalaman dalam membuat bisnis model dan rencana bisnis, dan passionate dengan social enterprise sebagai solusi untuk menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan, kegiatan ini akan bermanfaat untukmu!

Silakan kirimkan surat motivasi dan CV ke Siti Murniasih (pendiri OSG) ke e-mail: omahsinaugesang@gmail.com

Membangun Indonesia tidak cukup dengan hanya membangun kota, kita perlu juga menumbuhkan cahaya-cahaya harapan dari desa. Let’s collaborate to grow the impact bigger and better!

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top